"Night Tasya.. sleep tight. semangat ya untuk besok!"
dan koneksi itupun terputus. Sejenak kulepaskan earphone yang tergantung di telinga, dan melihat layar datar itu sambil mendesah perlahan. My Dear, huh?
Hidup kadang bermain dengan irama yang aneh. Kadang dia meniti dengan perlahan di irama Crescendo, atau kadang ia berlari kencang dengan irama Presto. Impulsif dan tak terduga. Sama seperti apa yang terjadi dalam hidupku sekarang. Apabila aku melihat 4 tahun kebelakang mungkin aku akan tertawa apabila ada yang mengatakan Hey Tash, kamu akan jatuh cinta dengan dia loh! Mungkin aku akan tertawa keras-keras dan memegangi perutku yang sakit. No freaking way! kataku saat itu.
Mungkin ini apa yang orang Jawa katakan dengan Pamali ya? kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi dan kita harus bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Sebelumnya, hei semua! It's been a long time. Banyak hal sudah terjadi selama kekosonganku mengisi blog ini. I'm working now. In a bank. As banker. Funny how things change eh?
tapi hal yang paling surprising adalah dia.
Pernahkah kamu berpikir bahwa hidup penuh dengan kejutan? Banyak hal-hal tersembunyi yang kamu tidak akan pernah tau. Bagiku semua ini dimulai ketika aku pindah ke jakarta. Dihadapkan dengan jarak, banyak hal-hal yang berubah. Moment yang tak lagi sama. Impian yang Berbeda. Sudut pandang yang terpisah. dan hati yang berubah. Ketika semua itu hadir, aku menyerah. Kulepaskan sesorang yang mungkin memang terlalu baik untuk kurengkuh.
Pada saat itu dia datang. Bukan orang yang baru memang. Tapi dia menawarkan suatu kehangatan yang berbeda. Kehangatan yang tulus dan tak meminta balasan. Aku luluh.
Awalnya rasa nyaman yang ada. Berada bersama orang yang tahu semua borok-borok di dirimu dan tetap ada disana. Seseorang yang kau sakiti selama bertahun-tahun, kau perlakukan dia bagai hama. Tapi perhatiannya tetaplah sama.
Dekapannya menawarkan perlindungan. Lengannya menawarkan pertolongan. Ia selalu ada dimanapun aku membutuhkannya. sakit?Ia ada disana. Kebingungan?Ia selalu punya jawaban. Lelah?Aku siap menjadi tempatmu bersandar, katanya. Aku terpikat. Bagaimana bentuk seperti ini ada? Cinta yang kukenal adalah sebuah penjara, sebuah rantai dimana aku tak bisa bergerak dengan bebas. Tapi dengannya, aku dapat berlari tanpa batas.
Nyaman itu berubah menjadi sayang. Sayang yang telah berubah bentuk. Cinta itu hadir dalam bentuk yang nyata. Ia menuntut lebih. Ia mau banyak. Ia ingin memiliki seutuhnya. Tapi seperti semua hubungan yang ada, sebuah tembok berdiri disana. Ia telah dimiliki oleh seseorang. Aku hancur.
Ah.. Aku tau ini semua akan terjadi. Api itu jelas ada disana. Tapi aku menerobos dengan yakin bahwa aku tak mungkin terbakar, dan aku kalah.
Salahkan aku jika kumencinta? Apabila dia hadir dengan segala rasa. Salahkah aku jika aku memilih dia? Ketika dalam dekapnya aku merasa cinta itu ada. Biarpun terbalut dengan dusta. Biarpun hati orang lain yang akan terluka. Dia datang menggengam sayap, dan dengannya aku merasa tetap bebas. Makilah aku, cacilah aku, tapi hanya bentuk ini yang sekarang kutahu. Mungkin nantinya akan datang matahari pagiku yang lain, tapi sekarang, dalam dekapannya, dalam tatapan matanya, aku kembali pulang.
"Niteee.. met bobo yah. Sleep tight! Love you dear.."
Dan seulas senyum menghias bibirku.
Monday, 27 October 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment