Aku lelah. Berat langkahku berjalan. sulit kakiku menapak.
Aku ingin lari, tapi sulit. hatiku terpaku. Tak ingin kakiku melangkah pergi dari sini. Dari semua kehangatan ini.
Hatiku berkata. Ayo, bertahan! hanya sedikit lagi, tinggal beberapa langkah lagi.
Tapi akalku berteriak. Jangan kau jadi orang bodoh! Dirimu hanya sebuah tempat persinggahan belaka. Raganya mungkin ada, tapi hatinya berlabuh di tempat lain.
Kau mungkin adalah tempat baru yang terlihat menarik untuk dikuasai, tapi pada akhirnya dia akan selalu kembali pulang ke surga kecilnya.
Tidak! Hatiku berteriak. Dia mencintaiku! kalau tidak, buat apa dia selama ini ada?
Akalku mendesah. Kau harus belajar membedakan cinta dan kesetiaan. Dirimu mungkin memiliki hatinya. menarik raganya. tapi jauh didalam sana, kau tau dia tidak akan menghianati cinta sejatinya. Orang yang sudah bersama dia selama beberapa masa. Kau tau. Kau selalu tahu.
Tapi akal, kau tahu kan? Aku membutuhkannya. Jika ia meninggalkanku, aku mungkin akan hancur.
Air mataku menetes perlahan. Membentuk sungai kecil di pelupuk mataku. Aku mencintainya, akal. Apa rasa ini suatu kesalahan?
Tidak ada yang salah dengan cinta, Hati. Tidak ada.
Tapi mungkin kau harus belajar untuk melepaskan dan menerima. Legowo.
Merpati selalu kembali pulang, sejauh apapun dia terbang, dia selalu ingat jalan kembali.
Sekeras apapun kau berusaha, tidak ada gunanya. Buat apa kau menahan sesuatu yang akan beranjak pergi?
Fisiknya ada, tapi tidak dengan hatinya.
Aku terdiam. Kembali bertengkar dengan pikiranku.
Aku selalu tahu.
Merpati akan selalu kembali pulang.
Wednesday, 5 November 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment