Pages

Saturday, 27 December 2014

Pain.

and i thought I've overcome the pain, it's still hurts to see..

Penerimaan. Suatu kata yang telah menjadi kunciku dalam beberapa minggu terakhir ini.
Terima kenyataannya, apapun yang kamu lakukan tidak akan mengubah apa-apa. Kukira segalanya akan mudah, aku telah terbiasa. perasaanku telah kebal dari rasa sakit.
tapi hari ini entah kenapa perih itu datang.
aku kira telah kuberikan semua yang aku bisa. Aku telah mencoba sekuatku. semampuku. tapi pada akhirnya dia tetap tidak bisa lepas dari hantu masa lalunya. tidak. pacarnya. Aku yang menjadi benalu dalam hubungan ini.
seorang teman yang baru kukenal mengatakan padaku. "kalau aku punya pacar dan ada seorang gadis yang dengan sukarela datang kepadaku, then i'll go for it. Cowo memang begitu. Mereka akan berpikir dengan otak, bukan dengan perasaan."
Aku terpekur. Apakah hal yang sama, pola yang sama telaah terjadi padaku?
Apa mungkin, semua yang kuberikan dan kulakukan dengan sukarela, atas nama kasih sayang dan perhatian mungkin hanya sebegitu maknanya?
Hanya sekedar. "Mumpung ada, gunakanlah." ?

Mungkin kukira aku telah berhasil mengatasi semuanya. Telah berhasil menghadapi kecemburuanku.
Tapi, perih itu ternyata masih ada. Rasa terpinggirkan itu nyata. Jadi kini, apa yang harus kulakukan?
Bagaimana, cara menghilangkan dan melepaskan semua ini?

1 comments:

Unknown said...

Forget him!
Really.

Post a Comment