Pages

Tuesday, 9 December 2014

Kata cinta

I love you.

Kata ini dulu sering kudengar. Tapi kutampik dengan mudahnya.
Kata ini dulu sering terucap. Tapi kutulikan telingaku hingga ia tak berbunyi.
Sungguh. Apa kudapatkan hukumanku sekarang?
Betapa hausnya aku mendengar sepatah kata itu.
Betapa kunantikan ia mengucapkannya.
Tapi bahkan setelah menit dan detik berlalu, hanya kudengar bisik keheningan.
Jutaan tanya berkecamuk. Kenapa?
Ia mengatakan ini dengan mudahnya kepada gadisnya. Setiap harinya. Nada itu bergema.
I love you.
Aku takut. Apa rasa itu tak lagi ada?
Atau memang masa depan untuk apapun hubungan ini bersifat fana?
Hanya kepada kata harapku bergantung. Hanya kepada kata landasan rasaku bermuara.
Ketika ia tak lagi bernada, kemana harus kugorehkan semua perasaan ini?
Jalinan tak bernama.

0 comments:

Post a Comment