Ini sulit. Sungguh, ini tidak mudah.
Semua prasangka dan rasa curiga yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.
Rasa tidak percaya dan keraguan yang terus menggeliat di dada.
Perasaan-perasaan asing yang terus meresap.
Rasa tidak berdaya. Perasaan kalah.
Sungguh. Apa yang membuatku menyetujui hal ini pada saat pertama?
Apa yang membuat aku begitu buta?
Aku tau resikonya. Aku tau konsekuensinya.
Aku menjadi terbiasa, atau mencoba menutup mata, menelan semuanya dengan satu kata.
"Terima saja.."
Ya tuhan, berbagi sungguh tak mudah.
Menerima dengan lapang dada.
Menelan semuanya.
Mencoba bersyukur dengan apa yang aku terima, biarpun tak sama.
Berusaha sendirian. Sekuat tenaga.
Lalu kecewa karena dia tidak berbuat hal yang sama.
Mencoba untuk memalingkan mata, biarpun hatiku tetap merasa.
Kebingungan.
Mana sebetulnya yang terutama?
Apakah yang kulakukan sia-sia?
Tick-tock, tick-tock.
Waktu terus berputar.
Apa yang akan kau lakukan, Tasya?
0 comments:
Post a Comment